Memilih sekolah untuk anak merupakan salah satu keputusan penting dalam perjalanan menjadi parents. Di tengah dunia yang terus berubah dan teknologi yang berkembang begitu cepat, mereka tidak lagi hanya mencari sekolah dengan akademik yang baik, melainkan membutuhkan lingkungan belajar yang mampu membentuk karakter, menumbuhkan kemandirian, sekaligus membekali anak dengan kesiapan menghadapi masa depan.
Di sinilah Multimedia Nusantara School (MNS) hadir sebagai jawaban. MNS hadir dengan pendekatan pembelajaran berbasis Information and Communication Technology (ICT) yang terintegrasi dengan pendidikan karakter, serta menjadikan teknologi bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari proses belajar yang relevan dengan perkembangan zaman.
Bagi banyak parents, inilah yang membuat MNS menjadi pilihan. Tiga orang tua murid MNS pun membagikan pengalaman mereka, mulai dari alasan yang menguatkan keputusan memilih MNS, perubahan positif yang mereka rasakan pada anak, hingga bagaimana sekolah ini hadir sebagai partner dalam mendampingi proses tumbuh kembang buah hati.
Kepercayaan pada Ekosistem Pendidikan
Bagi Jessica Suhandra, memilih MNS terasa seperti melanjutkan kepercayaan yang sudah ia bangun sejak lama. Sebagai alumni Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara (UMN) angkatan 2009, Jessica mengaku sudah lebih dulu merasakan kualitas pendidikan di bawah naungan Yayasan Multimedia Nusantara (YMN). Menurutnya, ketika mengetahui YMN membangun sekolah, keyakinannya muncul dengan sendirinya.
“Sebagai alumni UMN, saya sudah merasakan sendiri kualitas pendidikan dari YMN. Jadi ketika tahu ada MNS, saya langsung tertarik karena percaya kualitasnya. Ditambah lagi ada ekosistem Kompas Gramedia yang sudah punya pengalaman panjang di dunia pendidikan,” ungkap Jessica.
Jessica juga memandang, bahwa sekolah bukan sekadar tempat belajar, tetapi harus memiliki sistem, visi yang jelas, dan nilai-nilai yang sejalan dengan keluarga. Kepercayaan itu semakin kuat karena MNS berada dalam ekosistem pendidikan yang terintegrasi, mulai dari sekolah hingga perguruan tinggi. Bagi Jessica, ini menjadi salah satu nilai tambah besar dari MNS.
ICT-Based School yang Menjawab Tantangan Masa Depan
Hal serupa dirasakan Catherine Augustin, orang tua dari Ben, siswa Preschool MNS, sekaligus alumni Program Studi Manajemen UMN angkatan 2011. Namun yang paling menarik perhatiannya justru pendekatan pembelajaran berbasis ICT yang menjadi ciri khas MNS. Menurut Catherine, tidak banyak sekolah yang benar-benar menjadikan teknologi sebagai bagian inti dari proses belajar.
“Setelah mendengarkan pemaparan dari tim akademik, kami tertarik dengan program ICT Based, karena melihat perkembangan teknologi yang begitu pesat. Kami pikir pembelajaran berbasis ICT ini akan menjadi bekal yang berguna bagi masa depan anak kami,” ucapnya.
Bagi Catherine, MNS mampu menjawab kebutuhan parents masa kini yang menginginkan anak bukan hanya cakap secara akademik, tetapi juga siap menghadapi dunia digital. Meski sempat memiliki kekhawatiran tentang intensitas penggunaan gadget, Catherine mengaku pandangannya berubah setelah melihat langsung proses pembelajaran.
“Awalnya memang ada concern terkait attachment anak-anak dengan gadget. Lalu kalau semua materi pelajaran adanya di gadget, gimana nanti mereka belajar nulis? Namun, semua kekhawatiran itu terbantahkan karena kami sudah lihat sendiri bahwa anak-anak tetap banyak menulis dan interaksi secara langsung dengan guru dan teman-temannya,” ujarnya.
Selain teknologi, Catherine juga melihat nilai-nilai yang dibawa Kompas Gramedia, terutama dalam keseimbangan antara akademik, karakter, dan nilai-nilai kehidupan. Ia pun menilai, hal itu menjadi salah satu kekuatan MNS.
“Kami merasa cocok dengan kurikulum pembelajaran yang ada di MNS, yang mengintegrasikan karakter, digital, dan akademik,” ucapnya.
Tempat yang Dirindukan Anak
Sementara itu, bagi Stephanie Wongso, pengalaman paling nyata terlihat dari perubahan dua anaknya yang kini bersekolah di MNS, Helena dan Hilary, keduanya merupakan murid MNS di kelas Primary. Yang paling mengejutkan, kata Stephanie, adalah bagaimana sekolah menjadi tempat yang benar-benar dirindukan oleh kedua anaknya.
“Lingkungan yang nyaman dan pertemanan yang membuat anak kami senang, membuat mereka justru bertanya apabila sekolah libur. Saking semangatnya mereka bersekolah, mereka sampai mempertanyakan, ‘Kenapa harus libur?’ Itu buat kami sebagai orang tua jadi tahu kalau mereka benar-benar menikmati proses belajar di MNS,” ucap Catherine.
Bukan hanya soal rasa nyaman, Stephanie juga melihat perubahan karakter yang cukup cepat. Mulai dari kebiasaan sederhana seperti makan sendiri, mencuci tangan sebelum makan, hingga keberanian mengungkapkan pendapat.
“Mereka sudah mulai bisa makan sendiri, mengajak doa sebelum makan, mulai membersihkan diri sendiri setelah mereka makan tanpa perlu disuruh oleh orang tua,” katanya.
Menurut Stephanie, lingkungan belajar yang nyaman, relasi positif dengan guru, dan komunikasi yang terbuka dengan sekolah menjadi faktor penting yang membuat proses tumbuh kembang anak terasa lebih optimal. Selain itu, Stephanie juga melihat perkembangan motorik, fokus, dan keberanian anak dalam berkomunikasi.
“Anak jadi lebih berani ngomong. Tadinya nggak berani ngomong, sekarang sudah bisa mengungkapkan pendapat dan perasaannya, setuju tidak setujunya. Buat kami itu perkembangan yang sangat berarti,” ucap Catherine.
Sebagai Partner Orang Tua
Salah satu hal yang paling dirasakan para orang tua adalah bagaimana MNS tidak berjalan sendiri, tetapi hadir sebagai partner dalam proses mendidik anak. Ketiga orang tua ini sepakat, bahwa sekolah bukan sekadar tempat menitipkan anak untuk belajar, melainkan ruang kolaborasi antara keluarga dan pendidik dalam membentuk tumbuh kembang anak.
Relasi antara guru dan orang tua di MNS pun dirasakan sangat terbuka. Mereka mengaku rutin mendapatkan pembaruan mengenai perkembangan anak, bahkan sering berdiskusi langsung dengan guru saat menjemput anak. Komunikasi yang hangat dan intens ini membuat mereka bisa memahami bagaimana keseharian anak di kelas, sekaligus memastikan proses pendidikan di rumah dan sekolah berjalan selaras.
Menemukan Potensi Siswa
Salah satu hal yang paling berkesan dari MNS adalah bagaimana sekolah ini tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga memberi ruang bagi anak untuk mengenal dirinya lebih dalam. Melalui program seperti Talent Mapping dan berbagai aktivitas pembelajaran yang dirancang untuk mendorong eksplorasi, anak-anak mendapatkan kesempatan untuk menemukan minat, bakat, dan potensi unik mereka sejak dini.
Harapan para parents pun sejalan dengan visi MNS: Smart in Technology, Strong in Character, yaitu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga kuat dalam nilai, sikap, dan karakter.
Bagi orang tua yang sedang mencari sekolah yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga mampu menjadi partner dalam setiap tahap tumbuh kembang anak, MNS bisa menjadi pilihan yang tepat. Dengan lingkungan belajar yang suportif dan berkomitmen membentuk karakter, MNS membuka ruang bagi setiap anak untuk bertumbuh, berkembang, dan menemukan versi terbaik dari dirinya. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dan program pendidikan MNS, orang tua dapat menghubungi nomor 08222-888-9773


